
Jakarta Pusat (14/7/2026) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun 2026, Selasa (14/7/2026). Setelah pada hari pertama murid baru diperkenalkan dengan profil madrasah dan lingkungan belajar, kegiatan hari kedua difokuskan pada penguatan karakter, pembiasaan religius, pemahaman budaya madrasah, pengenalan kurikulum, kesehatan remaja, serta pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan berlangsung di Lapangan Utama, Masjid Al-Ikhwan, dan Aula MAN 3 Jakarta Pusat dengan melibatkan pimpinan madrasah, tim tahfiz, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan presensi murid baru serta pengumpulan telepon genggam dan tas peserta di Lapangan Utama sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang tertib dan kondusif. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti pembiasaan religi melalui kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama dan salat Duha secara munfarid, yang menjadi bagian dari budaya religius yang diterapkan di MAN 3 Jakarta Pusat.

Setelah kegiatan keagamaan, peserta menerima Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis dan Kesehatan Remaja dari tim Puskesmas. Materi ini bertujuan meningkatkan kesadaran murid baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai bekal dalam menjalani proses pembelajaran secara optimal.

Memasuki sesi utama pada pukul 08.15–09.15 WIB, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti materi Pengenalan Tata Tertib, Nilai-nilai, dan Budaya Madrasah yang disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan di Masjid Al-Ikhwan. Sementara itu, kelompok lainnya memperoleh materi Pengenalan Kurikulum Berbasis Cinta yang dipaparkan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik di Aula MAN 3 Jakarta Pusat.

Usai sesi ice breaking, kegiatan dilanjutkan pada pukul 09.30–10.30 WIB dengan sistem pertukaran kelompok. Dengan pola tersebut, seluruh peserta memperoleh kesempatan mengikuti kedua materi secara lengkap. Materi tata tertib dan budaya madrasah memberikan pemahaman mengenai kedisiplinan, etika, serta nilai-nilai yang menjadi budaya di MAN 3 Jakarta Pusat, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan kepedulian, penghargaan terhadap potensi peserta didik, dan hubungan yang harmonis antara guru dan murid.

Kegiatan berikutnya adalah Skrining Baca Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh Tim Tahfiz Al-Qur’an MAN 3 Jakarta Pusat. Skrining ini bertujuan memetakan kemampuan membaca Al-Qur’an murid baru sebagai dasar pembinaan dalam program tahfiz yang menjadi salah satu program unggulan madrasah.

Setelah istirahat, salat, dan makan siang, peserta mengikuti Diskusi Kelompok dan Bermain Peran tentang Karakter Murid Madrasah di Masjid Al-Ikhwan dan Aula MAN 3 Jakarta Pusat. Melalui kegiatan interaktif tersebut, murid baru diajak memahami pentingnya kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, toleransi, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Menjelang berakhirnya kegiatan, seluruh peserta mengikuti Refleksi Nilai-nilai dan Budaya Madrasah sekaligus menerima informasi mengenai agenda MATAMUDA pada hari berikutnya. Kegiatan kemudian ditutup dengan Operasi Semut, yaitu aksi membersihkan area kegiatan sebagai bentuk pembiasaan karakter peduli lingkungan sebelum seluruh peserta kembali ke rumah.
Hari kedua MATAMUDA 2026 menjadi momentum penting bagi murid baru MAN 3 Jakarta Pusat untuk memahami budaya madrasah, memperkuat nilai-nilai religius, mengenal sistem pembelajaran, serta membangun karakter yang berintegritas. Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur dan edukatif, MAN 3 Jakarta Pusat kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, disiplin, peduli, dan siap meraih prestasi di berbagai bidang.
