
Jakarta, 25-09-2025 (HUMAS MAN 3 Jakarta Pusat) — Madrasah di Provinsi DKI Jakarta mencatat sejarah gemilang dalam dunia pendidikan. Dalam kurun waktu satu tahun, tepatnya periode 2023 hingga 2024, prestasi madrasah di tingkat nasional melonjak hingga 800 persen, dengan jumlah prestasi yang sebelumnya hanya 1.903 meningkat drastis menjadi 11.605 capaian.
Fakta tersebut diungkap dalam pembukaan Jakarta Madrasah Competition (JMC) 2025 yang digelar di HK Tower, MT. Haryono, Jakarta, pada Rabu, 24 September 2025. Peningkatan ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan sistem pendidikan madrasah di Jakarta, tetapi juga menunjukkan bahwa madrasah kini menjadi pusat lahirnya generasi berprestasi yang mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam pembukaan JMC 2025, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta, Viola Cempaka, hadir untuk menyampaikan laporan pencapaian. Menurutnya, peningkatan prestasi ini adalah hasil kerja keras seluruh keluarga besar madrasah yang terdiri dari siswa, guru, tenaga kependidikan, pimpinan madrasah, hingga dukungan dari orang tua dan pemerintah daerah. “Kenaikan prestasi nasional anak-anak kita kurang lebih ada 800 persen. Mereka mampu menorehkan prestasi pada tingkat nasional berkat kerja kolektif yang dilakukan seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem madrasah,” ungkap Viola dalam sambutannya.
Jakarta Madrasah Competition (JMC) 2025 merupakan ajang kompetisi bergengsi tingkat provinsi yang mempertemukan ribuan siswa madrasah dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Tahun ini, jumlah peserta tercatat mencapai 8.000–10.000 peserta dari berbagai jenjang, mulai dari MI, MTs, hingga MA. Kompetisi ini mencakup beragam bidang, mulai dari olimpiade sains (Matematika, Biologi, Kimia, Geografi, Ekonomi, hingga PAI Bahasa Arab), lomba keagamaan (MHQ, MTQ, MKQ, MFQ, MSQ, Pidato Bahasa Arab, hingga Dai Cilik), hingga olahraga dan seni.
Selain prestasi nasional, madrasah Jakarta juga menunjukkan peningkatan pesat di level internasional. Pada tahun 2023 tercatat 355 prestasi, melonjak menjadi 1.552 prestasi pada 2024, atau naik sekitar 300 persen. Viola menegaskan bahwa capaian tersebut selaras dengan visi madrasah: “Maju – Bermutu – Mendunia”. JMC 2025 juga memperluas ruang lingkup kompetisi dengan menghadirkan bidang robotik (robo kreatif, battle robo, robo soccer, robo mission, dan robo challenge) serta kategori riset untuk siswa dan guru, meliputi transformasi digital, SDGs, integrasi keislaman, dan ekonomi syariah. Dengan ragam kategori tersebut, JMC 2025 bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan akademik, tetapi juga panggung untuk menunjukkan keunggulan di bidang seni, olahraga, keagamaan, dan teknologi modern.
Tidak hanya itu, JMC juga dijadikan bagian dari rangkaian persiapan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat provinsi yang akan berlangsung pada 2–3 Oktober 2025. Dalam ajang OMI, kontingen DKI Jakarta mengirimkan 198 peserta, terdiri dari 36 peserta MI, 54 peserta MTs, dan 108 peserta MA.
Dalam rangka persiapan menuju tingkat nasional, kontingen DKI Jakarta juga akan mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat provinsi pada 2–3 Oktober 2025 dengan total 198 peserta dari seluruh jenjang.
Viola menyampaikan bahwa keberhasilan spektakuler ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pertama, dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dana hibah yang terus meningkat setiap tahun. Dana tersebut dialokasikan tidak hanya untuk Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) lembaga, tetapi juga untuk Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) bagi para ASN madrasah. Kedua, kerja keras guru dan tenaga kependidikan dalam membimbing siswa. Guru madrasah kini tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor, pelatih, sekaligus pendamping dalam setiap kompetisi. Ketiga, sistem pembinaan berkelanjutan yang diterapkan madrasah.
Dengan adanya pelatihan intensif, try out, hingga program riset kolaboratif, siswa mampu mengembangkan potensi sesuai bidang yang diminati. Keempat, partisipasi orang tua dan masyarakat yang turut memberikan dukungan moral maupun material dalam setiap kegiatan madrasah. Kelima, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi pendidikan yang mempercepat proses belajar, menghubungkan siswa dengan referensi global, dan melatih keterampilan abad 21. Ia juga berharap madrasah Jakarta menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045. “Dengan JMC 2025 dan OMI, kami optimis madrasah dapat melahirkan generasi berdaya saing global, berakhlak mulia, sekaligus penggerak kemajuan bangsa,” pungkasnya.
