
Jakarta, 14-05-2025 (HUMAS MAN 3 Jakarta Pusat) – Pagi itu, suasana di MAN 3 Jakarta Pusat terasa berbeda. Bukan hanya karena sinar mentari yang menembus pagi dengan lembut, tapi juga karena aroma canda dan tawa yang menyatu dalam kegiatan SAPA EMA (Sarapan Pagi Bersama). Tak disangka, dari kegiatan santai inilah, sebuah babak baru pendidikan karakter dimulai, yakni pembukaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5P2RA).
Acara dipandu oleh Ibu Hj. Siti Fatimah, M.A.Pd. selaku pembawa acara. Dengan suara lembut namun tegas, beliau mengantarkan hadirin menyusuri maksud dan tujuan dari kegiatan P5P2RA kali ini. Kemudian, Wakil Kepala MAN 3 Jakarta Pusat Bidang Akademik, Ibu Suci Muriani, S.Pd., memberikan sambutan hangat yang sekaligus menjadi lentera awal pembelajaran karakter. Dalam sambutannya, beliau menggarisbawahi makna penting dari kearifa lokal dan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Karena negara kita adalah negara keberagaman yang terdiri dari banyak suku, bahasa, dan budaya, maka nilai kearifan lokal dan keberagaman itu bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk dikenalkan ke seluruh dunia,” tegasnya.
“Intinya, kita saling menghargai kearifan lokal dan kebinekaan di negara kita,” lanjut beliau penuh semangat.
Tema Kearifan Lokal bagi siswa kelas 10 mengajak mereka untuk menengok warisan luhur yang berkembang dalam masyarakat. Mulai dari seni, adat istiadat, kuliner, hingga cara pandang terhadap alam dan sesama. Kearifan lokal inilah yang telah menjaga harmoni negeri sejak zaman nenek moyang.

Sedangkan kelas 11 dihadapkan pada tema Kebinekaan Global, sebuah ajakan untuk menjadi duta bangsa yang berani tampil di panggung dunia, tanpa kehilangan identitas. Mereka didorong untuk menghargai perbedaan, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di komunitas global.
Kepala MAN 3 Jakarta Pusat, Bapak Iik Zakki Mubarok, S.Kom., M.Pd., hadir memberikan sambutan yang bukan hanya formalitas, tapi juga penguatan spiritual dan moral. Beliau menyampaikan bahwa P5P2RA ini bukan satu-satunya kegiatan minggu ini, namun akan dibarengi dengan beberapa aktivitas penting lainnya. Maka dari itu, beliau berpesan:
“Hari ini dan beberapa hari ke depan, kalian akan mengikuti kegiatan P5P2RA dan beberapa kegiatan lainnya, jadi kita harus pandai membagi waktu dan menjaga kesehatan agar bisa mengikuti semuanya,” katanya bijak.
“Kearifan lokal yang ada di negeri kita dapat kalian kenali dan pelajari dari berbagai sumber. Kita harus menjaga kearifan lokal kita dan memperkenalkannya hingga mendunia.”

“Kebhinekaan global yang ada di Indonesia, pada saat kalian nanti keluar negeri maka kalian juga harus menghormati keberagaman penduduk setempat, dan perkenalkan juga kebhinekaan Indonesia kepada mereka.” lanjut beliau. Tak hanya mengarahkan, sambutan beliau adalah suntikan semangat yang memberi sayap kepada generasi muda agar terbang tinggi, tapi tetap berpijak pada akar budaya.

Kegiatan pagi itu ditutup secara khidmat dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Ustadz Achmad Rawi, S.Pd.. Lantunan doanya menyatukan langit harapan dan bumi kenyataan, seolah menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mengenal dan mencintai budaya adalah bagian dari ibadah.
P5P2RA di MAN 3 Jakarta Pusat bukan sekadar kegiatan tahunan. Ia adalah ruang belajar yang menumbuhkan dan menyadarkan, bahwa menjadi pelajar tidak hanya soal angka, tetapi juga nilai. Nilai yang diwariskan, dipelajari, dan disebarluaskan.
