
Jakarta, 08-07-2025 (HUMAS MAN 3 Jakarta Pusat) — Derasnya hujan yang mengguyur Ibu Kota telah membawa dampak luar biasa bagi warga DKI Jakarta. Bencana banjir yang melanda beberapa titik di ibu kota tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah madrasah, termasuk MAN 3 Jakarta Pusat. Banyak Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang kesulitan mengakses lokasi pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) akibat genangan air dan terbatasnya mobilitas transportasi.
Menjawab kendala tersebut, pihak MAN 3 Jakarta Pusat justru mengambil langkah proaktif dan humanis. Dalam semangat keadilan dan inklusi, madrasah ini memutuskan untuk menggelar CAT susulan bagi para CPDB yang tidak dapat hadir karena terdampak banjir. CAT susulan resmi dijadwalkan pada Rabu, 9 Juli 2025, dimulai pukul 08.00 – 10.00 WIB, bertempat di MAN 3 Jakarta Pusat.

Informasi ini telah disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi resmi madrasah, para CPDB yang akan mengikuti CAT susulan dapat memperoleh informasi lanjutan dengan login ke akun masing-masing di laman resmi PPDB. Kepala MAN 3 Jakarta Pusat, Bapak Iik Zakki Mubarok, S.Kom., M.Pd., menegaskan bahwa, “Madrasah harus hadir dalam setiap kondisi, tidak hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk mendidik dengan keteladanan. Keadilan bukan berarti semua diperlakukan sama, tapi sesuai kebutuhan dan kondisinya masing-masing.”
Selain itu, untuk memberikan waktu yang cukup dalam melakukan rekapitulasi dan penilaian hasil CAT susulan, pengumuman hasil CAT yang semula dijadwalkan tanggal 9 Juli 2025 akan diundur ke hari Kamis, 10 Juli 2025. Langkah ini juga memberi waktu tambahan untuk memastikan seluruh peserta yang berhak mengikuti CAT benar-benar terfasilitasi dengan baik.
Melalui keputusan untuk melaksanakan CAT susulan ini, MAN 3 Jakarta Pusat tidak hanya memperlihatkan profesionalisme sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, responsif, dan berkeadilan. Ini adalah contoh bahwa institusi pendidikan tidak boleh bersikap kaku terhadap situasi, namun harus mampu menghadirkan solusi atas setiap tantangan yang ada.
